Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Diminta Bawa Terobosan Birokrasi

Minggu 12-07-2026,22:03 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Budi Santosa Asrori resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta definitif setelah melalui proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Grha Pandawa, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Pelantikan tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY Hary Setiawan. Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan apresiasi kepada Dedi Budiono yang telah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda hingga proses seleksi jabatan definitif selesai.

"Terima kasih kepada Pak Dedi yang telah mengemban tugas sebagai Plt Sekda Kota Yogyakarta selama beberapa waktu. Banyak hal yang telah dilakukan dan tentu sangat berguna dalam menjaga pelayanan publik di Kota Yogyakarta," kata Hasto.

Hasto menegaskan, posisi Sekda memiliki peran strategis sebagai pimpinan tertinggi birokrasi daerah yang bertanggung jawab mengoordinasikan organisasi perangkat daerah sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan efektif.

Menurutnya, pemilihan Budi Santosa Asrori didasarkan pada berbagai pertimbangan, mulai dari rekam jejak, kompetensi, pengalaman, hingga senioritas selama mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

BACA JUGA: Pengamat: Kunjungan PM India Jadi Momentum Menegaskan Indonesia sebagai Simpul Peradaban

"Panitia seleksi tentu mempunyai penilaian. Namun kami juga melihat track record, senioritas, serta pengalaman panjang beliau di birokrasi. Pengalaman memimpin Dinas Pendidikan menjadi bekal penting karena mengelola hampir separuh ASN Kota Yogyakarta yang berprofesi sebagai guru. Roadmap beliau dalam memimpin ASN sudah cukup matang," ungkapnya.

Meski demikian, Hasto mengingatkan jabatan baru tersebut harus menjadi momentum menghadirkan perubahan di lingkungan birokrasi. Ia meminta Sekda tidak menjalankan pola kerja secara rutin, tetapi mampu melahirkan inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Saya meminta Pak Budi jangan berada di zona nyaman. Harus gumregah, harus bangkit. Tidak bisa business as usual atau seperti biasanya. Harus ada terobosan, harus ada inovasi," tegasnya.

Hasto menilai pengalaman panjang Budi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi modal penting dalam memimpin birokrasi karena memahami karakter organisasi maupun aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu, ia meminta Sekda membangun kepemimpinan yang dekat dengan pegawai dan mampu menjadi penggerak perubahan di internal birokrasi.

BACA JUGA:Peserta 17 Negara Ramaikan Jogja International Kite Festival 2026 di Parangkusumo

"Kalau jadi pejabat itu harus hands-on. Jangan menjadi playing like captain, hanya mengatur tetapi tidak ikut bekerja. Sekda harus menjadi pengasuh seluruh ASN, jangan menjaga jarak dengan pegawai," tuturnya.

Hasto juga menekankan bahwa Sekda memiliki tanggung jawab mengawal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Yogyakarta 2025–2029 sekaligus memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar seluruh program prioritas pemerintah daerah berjalan selaras dengan kebijakan Pemerintah DIY maupun pemerintah pusat.

Ia turut mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, dan masyarakat.

Kategori :