Sesi Journaling di Paddys Delight Jadi Ruang Refleksi, Peserta Belajar Kelola Emosi

Minggu 21-06-2026,14:00 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID – Komunitas Bungah menggelar kegiatan reflektif melalui sesi journaling di Rooftop Paddys Delight, Sawah Tamanan Villa & Resort, Yogyakarta, Jum'at (19/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang diajak meluangkan waktu untuk mengenali emosi, merefleksikan pengalaman hidup, serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental.

Acara yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menghadirkan sesi reflective journaling yang dipandu oleh mentor Sarira, Vida Octrin. Peserta diajak berdiam diri, fokus pada pernapasan, kemudian menuliskan pikiran dan perasaan yang selama ini mereka rasakan.

Dalam kegiatan itu, sejumlah peserta tampak terlibat secara emosional. Beberapa di antaranya membagikan hasil refleksi pribadi yang mereka tuliskan selama sesi berlangsung.

Vida menjelaskan bahwa journaling merupakan praktik yang dilakukan secara sadar dan memiliki tujuan tertentu untuk membantu seseorang memahami dirinya sendiri.

BACA JUGA:Pemkot Yogyakarta Perkuat SPMB SMP 2026, Daya Tampung dan Jalur Afirmasi Ditambah

"Journaling adalah intentional practice. Bentuknya bisa berupa tulisan, gambar, atau ekspresi lain yang membantu seseorang berdialog dengan dirinya sendiri sehingga lebih memahami apa yang sedang dirasakan maupun dipikirkan," ujar Vida.

Menurut dia, metode tersebut relevan diterapkan di tengah kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh distraksi. Banyak individu, khususnya generasi muda, menghadapi tekanan akibat tingginya arus informasi serta tuntutan aktivitas sehari-hari.

Ia menilai journaling dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu seseorang memperlambat ritme aktivitas dan lebih fokus pada kondisi diri saat ini.

"Ketika menulis, seseorang diajak hadir pada momen tersebut dan memperhatikan apa yang sedang terjadi di dalam dirinya," katanya.

Vida juga mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas menulis reflektif berpotensi membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Salah satunya melalui proses mengekspresikan pikiran yang selama ini tersimpan sehingga beban mental dapat lebih terkelola.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa journaling bukanlah metode pengobatan atau terapi yang dapat menggantikan bantuan profesional bagi individu yang mengalami gangguan kesehatan mental serius.

"Journaling lebih tepat dipahami sebagai alat bantu untuk mengenali dan mengelola emosi. Untuk kondisi psikologis tertentu yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, tetap diperlukan pendampingan profesional seperti psikolog atau psikiater," ungkapnya.

BACA JUGA:Pemkot Yogyakarta Raih Penghargaan KPK Berkat Capaian e-Learning ASN Berintegritas

Kegiatan Bungah diselenggarakan sebagai ruang refleksi bagi masyarakat yang ingin meluangkan waktu sejenak dari kesibukan sehari-hari. Selain sesi journaling, peserta juga diajak berbagi pengalaman dan membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.

Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkenalkan praktik-praktik sederhana yang dapat membantu masyarakat lebih memahami diri sendiri dan mengelola tekanan kehidupan sehari-hari secara lebih sehat. (Faqih).

Kategori :