Tahun 2026, Dindikpora mulai mengimplementasikan pembelajaran berbasis agama untuk lima agama yang diakui di Indonesia. Selain itu, Pendidikan Khas Kejogjaan juga mulai diterapkan setelah modul pembelajaran selesai disusun dan disosialisasikan kepada guru SD maupun SMP.
“Pendidikan harus mampu membentuk generasi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat dan memahami nilai budaya daerahnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dindikpora Kota Yogyakarta, Mannarima, menjelaskan SPMB RTO tahun ini juga menghadirkan fitur perubahan pilihan sekolah pada setiap jalur pendaftaran.
“Melalui fitur tersebut, calon peserta didik dapat mengubah pilihan sekolah pertama maupun kedua berdasarkan perkembangan peringkat seleksi secara real time. Inovasi ini diharapkan dapat membantu siswa memperoleh peluang yang lebih besar untuk diterima di sekolah tujuan," ungkapnya.
BACA JUGA:Peringati Tahun Baru Islam, Polres Mesuji Santuni 20 Anak Yatim Piatu
Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, Dindikpora Kota Yogyakarta membuka posko konsultasi di kantor dinas serta posko layanan di setiap sekolah guna memberikan pendampingan dan informasi kepada masyarakat selama pelaksanaan SPMB berlangsung.
Dengan peningkatan daya tampung, penguatan jalur afirmasi, serta berbagai inovasi dalam sistem penerimaan murid baru, Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga predikat Kota Pelajar sekaligus memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata. (Faqih).