Perkuat Ekonomi Rakyat, Pemkot Yogyakarta Perluas Program WAMIRA

Sabtu 23-05-2026,23:25 WIB
Reporter : Faqih
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID — Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengembangkan program Warung Milik Rakyat (WAMIRA) sebagai langkah memperkuat pengendalian inflasi sekaligus mendukung ekonomi masyarakat berbasis koperasi.

Program tersebut resmi diluncurkan di Koperasi Kelurahan Merah Putih Giwangan, Jumat (22/5/2026), oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

Melalui program ini, Pemkot Yogyakarta menargetkan sebanyak 45 unit WAMIRA dapat beroperasi hingga 2027. Kehadiran WAMIRA diharapkan menjadi jaringan distribusi pangan berbasis masyarakat yang mampu memangkas rantai distribusi sehingga harga kebutuhan pokok lebih terjangkau.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan koperasi merah putih perlu terus didorong agar memiliki lebih banyak unit usaha yang produktif. Menurut dia, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:Perkuat Pelayanan Masyarakat, Kapolres Mesuji Kunker ke Mapolsek Mesuji Timur

“WAMIRA ini menjadi aktivitas baru koperasi merah putih. Harapannya ada produksi, perputaran usaha, masyarakat terbantu, dan pada akhirnya ikut menjaga inflasi,” ujar Hasto saat peluncuran.

Ia menjelaskan, konsep WAMIRA dibuat agar distribusi bahan kebutuhan pokok lebih dekat dengan masyarakat. Jika sebelumnya program serupa seperti Warung Segoro Amarto hanya tersedia di pasar tradisional, kini distribusinya diperluas hingga tingkat kampung melalui pengelolaan koperasi warga.

Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan bahan pangan lainnya dijual dengan harga lebih murah melalui kerja sama dengan Perum BULOG serta distributor pangan.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga membuka peluang dukungan subsidi dan program corporate social responsibility (CSR) untuk membantu masyarakat rentan, termasuk warga kurang mampu.

“Kalau distribusinya lebih pendek, harga bisa lebih murah. Di situ fungsi koperasi menjadi penghubung langsung antara distributor dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan WAMIRA menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah, koperasi, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam menjaga daya beli warga di tengah tantangan ekonomi.

BACA JUGA:Jaga Stabilitas Harga, Operasi Pasar Murah Mesuji Digelar Hingga Jelang Idul Adha

Menurut Veronica, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk koperasi dan pelaku UMKM.

“Ini sinergi antara Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan. Koperasi menjalankan usahanya, sementara perdagangan membantu menghubungkan dengan distributor seperti BULOG agar rantai distribusi lebih singkat dan harga bisa ditekan,” ungkap Veronica.

Tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok murah, WAMIRA juga diproyeksikan menjadi wadah pemasaran produk UMKM lokal. Setiap koperasi nantinya dapat mengembangkan produk unggulan sesuai potensi wilayah masing-masing, mulai dari produk rumah tangga hingga olahan pangan.

Kategori :