SLEMAN, INFOWAW.ID — Kepedulian terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar sosialisasi bahaya NAPZA bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman di Joglo Suratno Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Stay Clean Stay Strong: Remaja Tanpa NAPZA” itu terselenggara berkat kolaborasi dengan Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kayen Condongcatur dan Bina Keluarga Remaja (BKR) Sekar Melati Kayen.
Sekitar 45 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB tersebut. Peserta terdiri dari remaja, kader BKR, serta mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Ketua panitia, Alyka Ayu Anggitasari, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengedukasi generasi muda agar lebih memahami risiko penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Menurut Alyka Ayu Anggitasari, remaja saat ini hidup di tengah perkembangan informasi dan pergaulan yang begitu cepat sehingga diperlukan ruang edukasi yang lebih dekat dan mudah dipahami.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin remaja punya pemahaman yang benar tentang bahaya NAPZA. Harapannya mereka bisa lebih berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan ikut membawa pengaruh positif di lingkungan sekitar,” kata Alyka.
Ia menuturkan, tema Stay Clean Stay Strong dipilih sebagai pesan kepada generasi muda bahwa menjaga diri dari narkoba merupakan bagian dari menjaga masa depan dan cita-cita mereka.
Dalam kegiatan tersebut, BNNK Sleman menghadirkan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Dyah Wulandari Setyarin, S.I.P., sebagai pemateri.
Di hadapan peserta, Dyah Wulandari Setyarin menjelaskan bahwa ancaman peredaran narkoba kini semakin luas dan menyasar berbagai kelompok usia, termasuk pelajar dan remaja.
“Remaja menjadi kelompok yang cukup rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh lingkungan pergaulan. Karena itu edukasi terkait bahaya NAPZA perlu terus dilakukan,” ujar Dyah.
Ia menjelaskan, narkotika dan psikotropika memiliki dampak berbeda bagi tubuh maupun kondisi psikologis pengguna, mulai dari efek stimulan, depresan, hingga halusinogen.
Menurutnya, penyalahgunaan NAPZA tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga bisa memengaruhi hubungan sosial, pendidikan, bahkan masa depan seseorang.
Selain memberikan pemahaman mengenai jenis dan dampak narkoba, Dyah Wulandari Setyarin juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam upaya pencegahan.
BACA JUGA:CLPD Apresiasi Tindakan Tegas Aparat, Minta Pengusutan Bandar di Pesawaran dan Lampung Timur