Rosim Nyerupa: Banyak Pelajaran Kepemimpinan yang Bisa Dipetik dari Mustafa

Jumat 08-05-2026,19:24 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

INFOWAW.ID -- Silaturahmi di kediaman Mustafa menjadi momentum refleksi dan pembelajaran bagi sosok Rosim Nyerupa, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik dan Pemerintahan Daerah (Puskada) Lampung Tengah, Kamis (7/5) malam.

Dimata aktivis pemuda putera daerah kelahiran Kampung Komering Nyerupa Lampung Tengah itu, Sosok Mustafa bukan hanya dikenal sebagai mantan kepala daerah, tetapi juga sebagai figur yang pernah membawa energi pembangunan dan dinamika kepemimpinan di Lampung Tengah.

"Silaturahmi ini menjadi ruang belajar yang berharga bagi saya. Bagi seorang pemuda, setiap pertemuan adalah kesempatan untuk menimba pengalaman, memperluas cara pandang dan memahami bagaimana dinamika pemerintahan serta pembangunan daerah berjalan dari waktu ke waktu." Kata Rosim.

Rosim menambahkan bahwa anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Pemuda harus hadir sebagai agen perubahan, yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menawarkan gagasan dan solusi.

BACA JUGA:Polres Pringsewu Kehilangan Anggota Terbaik, Aipda Triyoto Tutup Usia

"Sosok bang Mustafa adalah figur pemimpin yang memiliki karakter kuat dan gaya kepemimpinan yang khas. Dalam pertemuan silaturahmi yang hangat, saya melihat langsung bagaimana cara beliau berkomunikasi tenang, terbuka dan penuh pengalaman. Ada ketegasan dalam sikap, tetapi juga kemampuan membangun dialog yang membuat suasana terasa cair dan bermakna." Ungkap alumnus Fisip Universitas Lampung itu.

Di mata Rosim, Mustafa adalah sosok yang memahami bahwa memimpin bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang bagaimana menggerakkan, mempengaruhi dan menjaga arah pembangunan tetap berjalan.

"Waktu Bang Mustafa jabat Wakil Bupati, Saya masih SMA. Waktu beliau jadi Bupati saya masih kuliah. Saya amati beliau banyak turun ke masyarakat, Ronda jadi program unggulan. Harus banyak belajar juga dari beliau." Ujarnya

Dalam rekam jejaknya, Mustafa memimpin Lampung Tengah pada periode 2016–2018 setelah sebelumnya menjabat Wakil Bupati (2010–2015). Ia dikenal sebagai pemimpin yang aktif membangun komunikasi politik serta mendorong percepatan pembangunan daerah.

BACA JUGA:Polres Mesuji Pastikan Penyaluran Bibit Jagung Berjalan Aman dan Tepat Sasaran

Sejak awal menjabat pada 2016, Mustafa menegaskan arah kepemimpinannya pada tiga sektor utama: keamanan, infrastruktur, dan pelayanan publik. Ia secara terbuka menyatakan bahwa ketiga sektor tersebut menjadi prioritas strategis untuk mendorong daya saing daerah.

Pendekatan ini terlihat dalam sejumlah program konkret, seperti Program ronda/poskamling masif, dengan target ribuan pos keamanan di kampung-kampung sebagai upaya memperkuat stabilitas sosial dan keamanan berbasis masyarakat, Penguatan aparatur penegak perda (Satpol PP) agar lebih profesional dan persuasif dalam pelayanan publik. Bahkan  penekanan pada integrasi layanan kesehatan, termasuk dorongan profesionalitas tenaga medis agar pelayanan tidak terfragmentasi.  

Di sektor ekonomi, Mustafa juga mendorong pengembangan potensi lokal, salah satunya melalui program minapolitan (perikanan).Tahun 2017, produksi ikan air tawar Lampung Tengah mencapai 30.858 ton, melibatkan lebih dari 8.000 kepala keluarga, yang menunjukkan adanya orientasi pada ekonomi kerakyatan berbasis sektor riil.

Jika dilihat dari indikator makro, masa kepemimpinan Mustafa juga beririsan dengan tren peningkatan kualitas pembangunan manusia.

BACA JUGA:Bupati Pringsewu dan KKP Bahas Strategi Penguatan Sektor Perikanan

Kategori :