METRO, INFOWAW.ID– Keuletan seorang pemuda asal Garut, Mimar Mardian (25), dalam memperkenalkan kuliner khas Jawa Barat di Kota Metro mulai membuahkan hasil. Berbekal keyakinan pada potensi ubi madu, Mimar kini sukses menjalankan usaha Ubi Cilembu yang didatangkan langsung dari Sumedang.
Sudah delapan bulan terakhir, Mimar menggelar lapaknya di dua titik strategis, yakni di pojok Palang Merah Indonesia (PMI) kawasan Metro dan di belakang Bank Mandiri (Metro 21). Sebagai perantau, ia memilih berjualan ubi Cilembu karena proses pengolahannya yang relatif mudah serta pasokan bahan baku yang tetap terjaga dari daerah asalnya.
Mimar mengungkapkan bahwa kunci kelezatan ubi Cilembu terletak pada proses persiapan sebelum dipanggang. Ubi tidak bisa langsung diolah begitu tiba dari pemasok.
“Ubi dikirim dalam kondisi segar, lalu kita jemur selama dua hari. Setelah agak layu, baru kita oven. Kalau masih berair atau terlalu segar, tidak bisa dioven karena madunya belum keluar,” ujar Mimar saat ditemui di lapaknya, Senin (13/04).
BACA JUGA:LPG 3 Kg di Metro Aman Terkendali, Pangkalan Pastikan Pasokan Normal
Proses pemanggangan sendiri memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam, hingga menghasilkan tekstur lembut dengan rasa manis alami yang khas.
Meski sempat mengalami lonjakan penjualan hingga dua kuintal per hari saat awal viral, kini penjualan Mimar cenderung stabil di angka satu kuintal per hari. Ia tetap mempertahankan kualitas dengan melakukan penyortiran ketat terhadap ubi yang akan dijual.
Menurutnya, menjaga kepuasan pelanggan jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar keuntungan.
Saat ini, ubi Cilembu matang dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram, sedangkan ubi mentah dibanderol Rp23.000 per kilogram. Ia juga menyediakan porsi kecil seharga Rp10.000 untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga.
BACA JUGA:Tayang 16 April 2026, Film 'Dalam Sujudku' Angkat Kisah Nyata Rumah Tangga dan Nilai Spiritual
Salah satu pembeli, Ita (22), mengaku menjadi pelanggan tetap karena cita rasanya yang khas.
“Saya suka sama ubi Cilembu. Rasanya manis banget ya, kayak ada madunya juga. Saya sering beli di sini,” ungkapnya.
Ke depan, Mimar berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Harapannya semoga bisa menambah cabang dan memperkenalkan makanan asli Jawa Barat lebih luas lagi ke orang-orang di sini,” pungkasnya. (Sagita Enjellina)