SLEMAN, INFOWAW.ID — Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kalurahan Condongcatur mewakili Kabupaten Sleman dalam tahapan klarifikasi lapangan Lomba TP Posyandu tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Aula MI Sultan Agung Babadan Baru, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (9/4/2026).
Pada tahap ini, penilaian difokuskan pada Posyandu Asparagus II Babadan Baru sebagai lokus sampel. Tim penilai dari TP Posyandu DIY hadir bersama jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMKKKP) DIY yang dipimpin Kepala Bidang Pemberdayaan Kelurahan dan Kalurahan, Andriyan Muryanto.
Kedatangan tim penilai disambut Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Plt Panewu Depok, Forkompimkap Depok, serta pengurus TP Posyandu dari tingkat kapanewon hingga kalurahan, termasuk kader Posyandu setempat.
Dalam sambutannya, Danang menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim penilai. Ia menilai, kegiatan ini menjadi dorongan bagi Pemkab Sleman untuk terus meningkatkan mutu pelayanan Posyandu.
BACA JUGA:Gubernur AAU Resmikan Monumen Husein Sastranegara di Yogyakarta
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk saling belajar dan berbagi praktik baik. Harapannya, sinergi antar pihak semakin kuat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Danang.
Ia menambahkan, TP Posyandu Condongcatur bersama Posyandu Asparagus II Babadan Baru merupakan perwakilan terbaik yang diusung Sleman dalam ajang tersebut.
Danang juga berharap proses klarifikasi lapangan ini dapat menunjukkan secara langsung komitmen kader dan masyarakat dalam mengelola Posyandu yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Andriyan Muryanto menyampaikan sambutan Wakil Ketua TP Posyandu DIY, GKR Ayu Adipati Paku Alam. Disebutkan, lomba ini bertujuan mendorong percepatan penerapan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana publikasi berbagai inovasi Posyandu, sehingga dapat memacu semangat Posyandu lain di DIY,” kata Andriyan.
BACA JUGA:Kunjungi Stasiun Yogyakarta, Dubes Inggris Dorong Kolaborasi Transportasi Rendah Karbon
Ia menjelaskan, tahapan sebelumnya berupa penilaian administrasi telah dilaksanakan pada 9–11 Maret 2026. Dari hasil tersebut, Sleman masuk tiga besar bersama Bantul dan Gunungkidul. Selanjutnya, peserta mengikuti paparan dan wawancara pada 1 April 2026 di Kantor Gubernur DIY.
Tahap klarifikasi lapangan menjadi penilaian akhir, dengan menitikberatkan pada kesesuaian antara dokumen, hasil paparan, dan kondisi nyata di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, tim penilai melakukan verifikasi administrasi sekaligus meninjau langsung berbagai layanan Posyandu. Penilaian mencakup penerapan enam SPM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, lingkungan hidup, serta pekerjaan umum dan perumahan rakyat.
Selain itu, tim juga menggali informasi dari kader di setiap meja layanan, termasuk meninjau sarana pendukung seperti ambulans dan fasilitas lainnya.