Jogja Printing Expo 2026 Jadi Panggung Inovasi Digital Printing dan Penguatan UMKM Percetakan

Sabtu 11-04-2026,18:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo secara resmi membuka Jogja Printing Expo 2026 di Jogja Expo Center, Rabu (8/4/2026). Pameran yang digelar selama empat hari hingga 11 April 2026 ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri percetakan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa pameran tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung industri percetakan lokal di tengah perkembangan era digital. Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan perluasan jaringan usaha.

“Pameran ini menjadi inisiatif penting dalam mendukung industri percetakan lokal di era digital, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan teknologi dan bahan baku berkualitas,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, konsep pameran yang menggabungkan sektor percetakan, kemasan, serta makanan dan minuman menjadi kekuatan tersendiri karena saling terhubung dalam rantai produksi dan distribusi.

BACA JUGA:Harga Beras di Metro Stabil di Tengah Lonjakan Permintaan Konsumen

Ia juga menyoroti adanya pergeseran tren dalam industri percetakan, di mana sektor kemasan (packaging) masih menunjukkan pertumbuhan signifikan di tengah menurunnya media cetak konvensional. Hal tersebut, kata dia, perlu direspons dengan peningkatan inovasi dan adaptasi teknologi oleh pelaku usaha.

Hasto menambahkan, struktur industri di Kota Yogyakarta saat ini didominasi oleh UMKM, termasuk di sektor percetakan yang mencapai sekitar 80 persen. Oleh karena itu, dukungan terhadap sektor tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group dari PT Kristamedia Pratama, Daud Salim, menyampaikan bahwa Jogja Printing Expo 2026 menghadirkan berbagai teknologi terkini dalam industri percetakan, mulai dari digital printing hingga teknologi finishing.

“Pameran ini menampilkan teknologi cetak untuk berbagai media seperti kertas, tekstil, akrilik, logam, kulit hingga kayu,” jelasnya.

BACA JUGA:Petani Tebu di Way Kanan Desak Pembukaan Blokir Rekening PT PSMI

Pameran ini diikuti oleh 35 perusahaan dari Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya serta melibatkan sekitar 10 pelaku UMKM. Yogyakarta menjadi kota pertama dalam rangkaian pameran printing tahun 2026 sebelum dilanjutkan ke kota lainnya.

Di sisi lain, Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) DIY, Roni Sugiarto, mengungkapkan bahwa industri percetakan saat ini menghadapi tantangan berupa penurunan permintaan cetak konvensional dan meningkatnya biaya bahan baku.

"Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih agar pelaku industri kecil tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar," ungkapnya.

Jogja Printing Expo 2026 diharapkan menjadi momentum bagi penguatan industri percetakan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di Kota Yogyakarta. (Faqih).

Kategori :