Wali Kota Yogyakarta: WJNC Harus Jadi Tuntunan, Bukan Sekadar Tontonan

Jumat 10-04-2026,10:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, INFOWAW.ID — Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan arah kebijakan penyelenggaraan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 sebagai lebih dari sekadar agenda hiburan. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan bahwa karnaval budaya tahunan tersebut harus menjadi instrumen edukasi publik, khususnya dalam isu lingkungan dan pengelolaan sampah.

Hasto menyatakan, WJNC memiliki kekuatan strategis melalui medium wayang yang sarat nilai filosofis. Karena itu, ia mendorong agar penyelenggaraan tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga menghadirkan pesan yang mampu membentuk kesadaran kolektif masyarakat.

“Wayang itu bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan dan tatanan. Kalau hanya menghadirkan penonton tanpa ada hikmah, maka kita baru berhasil di aspek tontonan saja,” ujar Hasto, Selasa (7/4/2026).

Dalam perspektif kebijakan, Pemkot Yogyakarta menilai pentingnya memasukkan isu lingkungan ke dalam narasi pertunjukan secara konkret. Pesan mengenai kebersihan, keteraturan kota, dan pengelolaan sampah diharapkan dapat diterjemahkan secara kontekstual sehingga relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

BACA JUGA:Berburu Burung Berujung Petaka, Pemuda Asal Metro Tewas Terjatuh ke Rawa

“Harapannya, setelah menyaksikan, masyarakat tidak hanya terhibur, tapi juga sadar pentingnya pengelolaan sampah, kebersihan, dan keteraturan,” katanya.

Selain itu, Hasto juga menyoroti tantangan transformasi budaya di tengah perubahan zaman. Ia meminta para kreator mampu mengemas nilai-nilai pewayangan agar tetap relevan bagi generasi muda tanpa kehilangan substansi budaya.

“PR besarnya bagaimana nilai-nilai budaya ini bisa diterjemahkan dan diadopsi oleh generasi sekarang. Jangan sampai terputus,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan WJNC dengan visi pembangunan Kota Yogyakarta yang tertib, bersih, dan berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, WJNC diposisikan sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun budaya baru berbasis kesadaran lingkungan.

BACA JUGA:PJS Rapatkan Barisan di Rapimnas 2026, Siap Ukir Sejarah Menuju Konstituen Dewan Pers

“Kalau orang selesai menonton lalu punya kesadaran untuk hidup lebih tertib dan menjaga lingkungan, di situlah WJNC berhasil sebagai tuntunan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menjelaskan bahwa penyelenggaraan WJNC tahun ini mengusung konsep “WJNC Fest” yang berlangsung selama sepekan. Pendekatan tersebut diambil untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan konsep sepekan, wisatawan tidak hanya datang saat puncak acara, tapi bisa tinggal lebih lama. Dampaknya tidak hanya ke sektor pariwisata, tapi juga ke UMKM dan pelaku usaha lokal,” jelas Lucia.

Ia menambahkan, pelaksanaan WJNC Fest melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk sektor perdagangan, perindustrian, koperasi, dan UMKM. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkuat posisi WJNC sebagai agenda strategis daerah.

“Kolaborasi ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi secara menyeluruh, sekaligus memperkuat posisi WJNC sebagai event yang tidak hanya budaya, tetapi juga berdampak ekonomi,” pungkasnya. (Faqih)

Kategori :