YOGYAKARTA, INFOWAW.ID — Suasana khidmat menyelimuti perayaan Sabtu Sunyi di Gereja Kristen Jawa Gondokusuman, Sabtu (4/4/2026). Di tengah nyala lilin dan doa yang mengalun, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir bersama jemaat, membawa pesan kebersamaan dan refleksi nilai kemanusiaan.
Kehadiran Wawan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga menjadi bagian dari pendekatan politik inklusif Pemerintah Kota Yogyakarta dalam merawat harmoni sosial di tengah keberagaman.
“Malam ini kami sangat senang sekali dapat membersamai jemaat GKJ Gondokusuman dalam Kebaktian Paskah Sabtu Sunyi,” ujar Wawan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat merayakan Tri Hari Suci Paskah 2026, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, hingga Minggu Paskah.
BACA JUGA:Penumpang KAI Daop 6 Tembus 1,23 Juta Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 12 Persen
Dalam konteks politik pemerintahan daerah, Wawan menekankan bahwa perayaan keagamaan seperti Paskah memiliki dimensi strategis dalam memperkuat kohesi sosial. Mengacu pada tema Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, ia menilai pesan tersebut relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat perkotaan.
“Paskah membawa pesan universal. Di tengah penderitaan selalu ada harapan, di tengah perpecahan selalu ada jalan menuju persatuan, dan di tengah kegelapan selalu ada cahaya keilahian yang menuntun umat manusia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wawan mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan arah kebijakan pemerintah kota. Ia menyebutkan bahwa pembangunan di Yogyakarta tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai sosial dan toleransi antarumat beragama.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjutnya, terus mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pengelola rumah ibadah. Menurutnya, rumah ibadah memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat spiritual, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kota yang ramah dan inklusif.
BACA JUGA:Ratusan ASN Baru di Sleman Resmi Dilantik, Fokus Tingkatkan Layanan Publik
“Banyak wisatawan datang ke Yogyakarta bukan hanya untuk berlibur, tetapi juga untuk beribadah. Ini menjadi daya tarik tersendiri yang perlu kita kelola bersama,” kata Wawan.
Sementara itu, Ketua Majelis GKJ Gondokusuman, Purnawan Hardiyanto, menyambut baik kehadiran pemerintah dalam perayaan tersebut. Ia menilai keterlibatan pemerintah menjadi indikator perhatian terhadap kehidupan beragama di Yogyakarta.
“Kehadiran pemerintah dalam momen keagamaan menjadi wujud perhatian terhadap kehidupan beragama di kota ini,” jelasnya.
Ia juga menyinggung perjalanan panjang GKJ Gondokusuman yang tahun ini memasuki usia ke-113 tahun, menjadikannya salah satu gereja tertua di Kota Yogyakarta.
Momentum Sabtu Sunyi ini sekaligus menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial-politik melalui pendekatan kultural dan keagamaan, seiring dengan upaya membangun Yogyakarta sebagai kota yang inklusif dan harmonis. (Faqih).