Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal, Lampung Barat Gunakan Kekuhan sebagai Sistem Peringatan Dini

Sabtu 14-02-2026,00:26 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

LAMPUNG BARAT, INFOWAW.ID -- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus resmi melaunching Kekuhan (Kentongan Bambu) sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal.  Di SMPN1 Liwa, Kamis, (12/2). 

Menurut Bupati Lampung Barat, diresmikannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal bukan tanpa alasan. Selain Kekuhan memiliki sejarah atau historis tersendiri. Kekuhan pada dahulu sebelum berkembangnya zaman merupakan alat komunikasi antar masyarakat. 

"Sebelum berkembangnya zaman, Kekuhan merupakan alarm masyarakat yang memberi atau menyampaikan berita penting dan pada masuk waktu ibadah shalat," Ungkap Pak cik.

Meskipun dengan berkembangnya zaman semakin Modern, Parosil Mabsus berharap Kekuhan menjadi alat kominikasi yang efektif digunakan untuk memberi informasi antar masyarakat. 

BACA JUGA:Bupati Riyanto Pamungkas Tinjau Banjir di Wilayah Pringsewu Kota

"Meskipun sudah memasuki zaman moderen namun kearifan lokal di Lampung Barat harus tetap dipertahankan," Jelasnya. 

Terlebih, Lampung Barat merupakan daerah rawan bencana, sebab sebagian wilayah merupakan perbukitan, juga dilewati langsung oleh Seser Semangko. Oleh karenanya, ia mengaku pihaknya berkomitmen untuk melestarikan Kekuhan sebagai alarm pemberian kabar berita antar masyarakat. 

"Kentongan merupakan alat tradisional yang dapat digunakan disituasi seperti apapun. Seandainya terjadi bencana Kekuhan dapat digunakan untuk memberi informasi ke masyarakat dengan harapan tidak terjadi korban jiwa," Terangnya.

Bupati dua periode itu juga menyoroti program Gubernur Lampung Mirzani Djausal.

BACA JUGA:Gadingrejo Dikepung Banjir, Puluhan Rumah Warga Terendam

"Kamis Beradap", beliau meminta agar kebijakan tersebut diikuti dan dipatuhi. 

" Sebagai bentuk dukungan kepada program Gubernur Lampung Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan untuk hari Kamis menggunakan batik khas Lampung dan Injang Miwang (sarung menangis)," tutupnya. 

Sementara kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo menjelaskan di tetapkannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus-Mad Hasnurin sebagai Kabupaten tangguh bencana. 

Ia menjelaskan terdapat tujuh pola ketukan tanda komunikasi, peringatan pada Kekuhan:

1. Tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan ada yang meninggal. 

Kategori :