Evakuasi Marinir di Cisarua Terhambat Cuaca, 4 Personel Ditemukan Meninggal

Jumat 30-01-2026,11:43 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

JAKARTA, INFOWAW.ID - Bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat menyisakan duka mendalam, tak hanya puluhan rumah dan warga yang menjadi korban, namun 23 Anggota Marinir juga menjadi korban tertimbun bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari saat curah hujan tinggi disertai angin kencang kawasan tersebut.

Seperti dikutip dari detik, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan ada 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia membenarkan anggota TNI juga terdampak dari peristiwa longsor Cisarua.

"Saya menyampaikan terkait dengan kejadian bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, di Desa Soreang. Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor," kata Ali usai rapat kerja Komisi I DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

KASAL Laksamana Muhammad Ali menuturkan bahwa dari proses pencarian korban, ada empat anggota Marinir yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD), KASAL juga menambahkan bahwa proses pencarian masih berlangsung.

BACA JUGA:62 Tahun, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Tetap Gesit Bermain Sepak Bola

"Saat ini sudah ditemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus," ujarnya.

Perlu dikatahui, Muhammad Ali menjelaskan bahwa 23 anggota Marinir yang menjadi korban longsor di Cisarua tersebut sdang menjalani latihan.

"Karena mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim ke melaksanakan pengamanan perbatasan RI-PNG (Papua Nugini), memang dilaksanakan latihan di sana," kata Ali.

Muhammad Ali menegaskan bahwa proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan dengan berbagai upaya.

BACA JUGA:Koordinasi dan Pelayanan Maksimal, Satops Armuzna Siap Kawal Puncak Haji 2026

"Saat ini sudah ditemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa karena terkendala cuaca dan akses menuju ke lokasi bencana longsor, alat berat yang dikerahkan belum dapat masuk ke lokasi, namun hal tersebut tak menyurutkan semangat proses pecarian.

"Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone dan thermal dan anjing pelacak," ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa 23 anggota Marinir yang sedang menjalani latihan dan menjadi korban tersebut diantaranya sebagai berikut:

BACA JUGA:5 Poin Ikrar Pelajar Indonesia yang Harus Dibacakan Saat Upacara Sekolah

Kategori :